Keutamaan Bulan Syawal dan Amalannya

Keutamaan Bulan Syawal dan Amalannya

Keutamaan bulan Syawal dapat melengkapi rangkaian ibadah selama bulan Ramadan. Bulan Syawal juga sering disebut juga sebagai bulan kemenangan. Sebab 1 Syawal diperingati sebagai Hari Raya Idul Fitri.

Bukan karena bulan Ramadan telah usai, maka rangkaian ibadahnya jadi ikut menurun. Justru untuk meningkatkan konsisten beribadah, umat Muslim dianjurkan melakukan amalan-amalan tertentu.

Dengan melaksanakan amalan tersebut, maka menjadi momen untuk melanjutkan rangkaian ibadah selama bulan Ramadan. Dengan begitu, Anda bisa mempertahankan kebiasaan baik dalam beribadah.

Keutamaan Bulan Syawal

Bulan Syawal adalah bulan yang penuh berkah karena landasan bagi perayaan penting umat Islam, yaitu Idulfitri atau Lebaran. Namun, keutamaan Bulan Syawal tidak hanya terbatas pada perayaan Idulfitri, tetapi juga memiliki makna dan nilai tersendiri.

Mari kita telaah beberapa keutamaan bulan Syawal berikut ini:

Penyempurna Ibadah Setelah Ramadan

Berpuasa penuh, menghindari perilaku buruk yang dapat merusak pahala puasa, serta melaksanakan rangkaian ibadah sunnah lainnya. Namun, bukan berarti telah mencapai hari kemenangan berarti sampai di situ saja ibadah berjalan.

Justru selama satu bulan umat Muslim berhasil menciptakan kebiasaan baik dalam beribadah.Maka kualitas ibadah tersebut harus tetap terjaga dan ditingkatkan di bulan-bulan selanjutnya. Oleh karena itu, keutamaan bulan Syawal bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas ibadah.

Ada banyak amalan sunnah yang apabila dilaksanakan selama bulan Syawal, salah satunya puasa enam hari di bulan Syawal.

Hari Raya Idulfitri

Bulan Syawal dimulai setelah selesainya Ramadan, bulan suci yang diisi dengan ibadah puasa, salat, dan amal kebajikan lainnya.

Idulfitri adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam sebagai tanda akhir dari kesabaran dan pengorbanan selama bulan Ramadan.

Di hari ini, umat Islam berkumpul untuk saling memaafkan, berbagi kebahagiaan, dan menyebarkan kasih sayang. Saat untuk menyambut kemenangan spiritual setelah menjalani ujian kesabaran selama sebulan penuh.

Kemurahan Hati dan Kebaikan

Bulan Syawal juga memperkokoh nilai-nilai kemurahan hati dan kebaikan. Selama bulan ini, umat Islam didorong untuk meningkatkan amal kebaikan, bersedekah, dan melakukan perbuatan baik kepada sesama.

Dengan memperlihatkan kasih sayang dan kebaikan kepada orang lain, kita dapat merasakan kehangatan dan kedamaian dalam hubungan sosial kita.

Waktu yang Baik untuk Meningkatkan Silaturahmi

Idulfitri juga menjadi waktu yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah.

Melalui silaturahmi, saling berkunjung, dan bertukar salam, umat Islam dapat memperkuat hubungan antarsesama. Hal ini penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan saling mendukung.

Pengampunan dan Pemulihan Ibadah

Bulan Syawal adalah kesempatan untuk menghapuskan kesalahan dan dosa-dosa yang telah dilakukan selama masa lalu.

Dengan saling memaafkan dan membersihkan hati, umat Islam dapat memulai lembaran baru dengan niat yang lebih tulus dan tekad yang lebih kuat untuk meningkatkan diri mereka dalam hal spiritual dan moral.

7 Amalan Bulan Syawal

Jangan sampai Anda telah memperbaiki kualitas ibadah di bulan Ramadan. Akan tetapi di bulan yang lain kualitas ibadahnya menurun. Berikut ini amalan dan keutamaan bulan Syawal.

1. Puasa Syawal 6 Hari

Setelah berpuasa selama satu bulan di bulan Ramadan, Anda bisa melanjutkan puasa selama 6 hari di bulan Syawal. Puasa syawal bisa dilakukan di hari kedua bulan Syawal atau hari kedua lebaran.

Namun, karena kebutuhan silaturahmi seringkali puasa syawal dilaksanakan di minggu kedua bulan Syawal. Hal tersebut sah-sah saja sepanjang tetap dilaksanakan di bulan Syawal.

Keutamaan berpuasa 6 hari di bulan Syawal tertuang dalam satu riwayat. Dari Abu Ayub Al Anshari, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadan lalu melanjutkannya dengan pusa enam hari di bulan Syawal, maka itu setara dengan puasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)

Apakah wajib mengganti qadha puasa untuk melaksanakan puasa syawal? Mengutip dari Detik, Ceceng Salamudin, M.Ag menulis dalam bukunya Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan.

Dalam buku tersebut diterangkan bahwa hadits yang menyebutkan puasa syawal tidak menyertakan syarat orang yang bisa melaksanakan puasa syawal ialah orang yang puasa Ramadannya telah terpenuhi satu bulan.

Dapat diartikan pula bahwa walaupun Anda masih memiliki qadha puasa ternyata tetap dapat mendahulukan puasa syawal.


Apalagi konsep qadha puasa dalam Al-Quran bisa dilaksanakan kapan saja di luar bulan Ramadan. Sedangkan puasa syawal hanya bisa dilakukan di bulan Syawal saja.

2. Puasa Senin Kamis di Bulan Syawal

Amalan puasa Senin dan Kamis dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dari Aisyah ra: “Rasulullah SAW sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis.” (HR. Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Imam Ahmad)

Masih dari hadits yang sama disebutkan lagi, dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Amal-amal perbuatan itu diajukan (diaudit) pada hari Senin dan Kamis, oleh karena itu aku ingin amal perbuatanku diajukan (diaudit) pada saat aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

Puasa sunah Senin-Kamis dan puasa syawal bisa dilaksanakan sekaligus. Para ulama mengumpamakan hal tersebut sebagai melakukan amalan sedekah sekaligus silaturahmi.

Jadi, saat Anda melaksanakan ibadah syawal sekaligus puasa Senin-Kamis maka Anda berpeluang mendapatkan dua manfaat sekaligus.

3. Puasa Ayyamul Bidh

Selain puasa sunnah syawal, puasa sunah lainnya yang setara dengan puasa selama satu tahun adalah puasa ayyamul bidh. Puasa sunah ini dilaksanakan setiap tanggal 13, 14 dan 15 sesuai kalender Hijriah.

Dalam satu riwayat Bukhari dijelaskan keutamaan puasa ayyamul bidh. “Puasa tiga hari di setiap bulannya adalah seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari)

Kemudian Rasulullah SAW meninggalkan wasiat kepada seorang sahabatnya Abu Darda:

“Rasulullah SAW berpesan kepadaku tiga hal yang aku tak pernah meninggalkannya sampai aku mati, yaitu berpuasa setiap tiga hari di setiap bulan, mengerjakan dua rakaat shalat dhuha dan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Perbanyak Silaturahmi

Sejatinya menyambung tali silaturahmi sesama Muslim adalah hal yang dianjurkan Rasulullah SAW. Apalagi bila Anda sedang berharap kelapangan rezeki.

Hadits dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasulullah SAW pernah mendapatkan pertanyaan mengenai amalan yang bisa membantu umat Muslim masuk surga. Rasulullah SAW kemudian menjawab:

“Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik kepada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Bukhari)

Jika Anda dengan sengaja atau tidak sengaja memutus tali silaturahmi maka ganjarannya dosa dan terjerumus ke dalam api neraka. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegegrakan balasannya bag para pelakunya (di dunia ini) berikut dosa yang disimpan untuknya (di akhirat) daripada perbuatan melampaui batas (kezaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

5. Menikah di Bulan Syawal

Saat ini melangsungkan pernikahan di bulan Syawal menjadi salah satu keutamaan dan amalan yang dianjurkan. Namun jauh sebelum itu, sempat tersiar mitos larangan menikah di bulan Syawal.

Mitos tersebut terjadi saat wabah penyakit di kawasan Mekah. Namun untuk meluruskan hal keliru tersebut Rasulullah SAW menikahi putri Abu Bakar yaitu Siti Aisyah di bulan Syawal.

Diriwayatkan oleh Aisyah ra:

“Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal dan berkumpul denganku pada bulan Syawal, maka siapa di antara istri-istri beliau yang lebih beruntung dariku?” (HR. Muslim)

6. Perbanyak Itikaf

Amalan lain yang bisa dilakukan selama bulan Syawal adalah memperbanyak itikaf di masjid. Khususnya bila ibadah itikaf tertinggal selama bulan Ramadan, maka Anda bisa menggantinya di bulan Syawal.

Rasulullah SAW pernah melaksanakan itikaf di 10 hari terakhir bulan Syawal untuk mengganti itikaf yang tertinggal selama bulan Ramadan.

7. Perbanyak Sedekah

Sebenarnya amalan sunah bersedekah bisa dilakukan kapan saja selain di bulan Ramadan dan bulan Syawal. Namun, selama melalui bulan Syawal dianjurkan untuk memperbanyak kebajikan dan beribadah.

Oleh karena itu, untuk semakin melengkapi ibadah selama bulan Syawal maka perbanyak sedekah. Ibadah sedekah menjadi bentuk kejujuran dan ketulusan umat Muslim dalam bersyukur kepada Allah SWT.

Bersedekah dapat membukakan pintu rezeki dan meningkatkan rasa empati dan simpati Anda kepada orang lain.

Asma’ binti Abi Bakr berkata, Rasulullah SAW bersabda:

“Infakkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.”

Melihat anjuran dan keutamaan tersebut, maka YABI  memfasilitasi bagi masyarakat yang ingin bersedekah melalui layanan ZISWAF & Donasi.

Layanan ZISWAF & Donasi (zakat, infak, sedekah, wakaf, dan donasi) dapat dilakukan rekening YABI

Salurkan Donasi terbaik anda :

YABI PEDULI

No Rek BRI: 3028-01-035567-53-5

An Yayasan Azamta Bahagia Indonesia 

Rek BSI NO : 23230-02347

AN Azamta Bahagia Indonesia

Klik donasi